5 Mitos Tentang BDSM

August 22, 2014 posted by admin in Articles, Uncategorized

5 mitos tentang bdsm 300x200 5 Mitos Tentang BDSMNgomongin tentang BDSM mungkin akan terbayang di benak kita : borgol, penutup mata, cambuk, dan… Christian Grey?? Eits.. tunggu dulu… dalam realitas kehidupan komunitas “kink’, BDSM ternyata jauh lebih beragam dan dinamis dibanding dengan fiksi. Meskipun E. L. James melalui novel serial Fifty Shade-nya yang menuai sukses besar telah mengispirasi banyak pasangan untuk beranjak dari vanila sex (sex konvensional) ke sex yang lebih menantang (dan membeli lebih banyak sex tool), namun masih banyak mitos dan miskonsepsi yang beredar tentang bondage, dominaasi, submisi, dan masokisme. Penasaran kan? Makanya simak artikel 3 Toko Lingeire di mana para ahli akan berbicara dan membantu kita mengungkap kebenaran dari stereotip / mitos tentang BDSM yang banyak beredar di luar sana.

Dikutip dari womenshealthmag.com, para expert angkat bicara soal 5 mitos tentang BDSM berikut ini :

Mitos #1 : Fifty Shades of Grey Benar-Benar Menggambarkan Kenyataan

Sedikit pun tidak mendekati kenyataannya, ungkap sex therapist dan anggota veteran komunitas BDSM, Gloria Brame, Ph. D., yang juga merupakan penulis dari Different Loving. Sesungguhnya, para pendukung BDSM bukanlah fans dari novel karangan E. L. James tersebut. Satu masalah yang dicatat oleh Brame mengenai novel tersebut adalah bahwa karakter utama dalam buku tersebut  pada mulanaya mencobanya dengan terpaksa, dan karakter Christian yang mengontrol aspek lain dalam hubungan mereka. Menurut Brame, komunitas BDSM yang sesungguhnya adalah tentang permainan yang konsensual (disetujui oleh kedua belah pihak). Adapun novel tersebut memberikan gambaran yang kabur, meskipun hot, namun tidaklah seperti kenyataan sebenarnya.

Mitos #2 : Anda Termasuk Salah Satu : Vanilla atau Kinky di Ranjang

Brame mengungkapkan bahwa hal ini sama sekali tidak benar. Masing-masing individu memiliki level keterlibatannya sendiri-sendiri. Banyak individu dalam komunitas BDSM yang hanya tertarik pada spanking atau pun berpakaian dalam kostum S & M namun tidak tertarik pada praktek seksual lainnya. Ada pula yang terangsang dengan ide diikat, namun merasa konyol mengenakan outfit leather and strap. Gairah Anda mungkin berada pada skala tertentu dari BDSM, dan itu tak jadi masalah. Ini bukanlah hal yang harus dibatasi dengan ya-atau-tidak-sama-sekali. “Pertanyaannya adalah bagaimana menyeimbangkan moralitas Anda dan seksualitas Anda sehingga didapatkan kombinasi yang tepat bagi diri Anda,” Brame menjelaskan.

Mitos #3 : BDSM adalah Fetish

Tidak juga. Bertolak belakang dengan yang digambarkan budaya pop, BDSM bukanlah secara khusus merupakan fetish seksual. Menurut sex therapist Los Angeles, Christine Milrod, PhD, BDSM merupakan tingkah laku erotis atau ‘kink’. BDSM merupakan sesuatu yang banyak orang salah artikan sebagai fetish karena item dan objek yang digunakan dalam BDSM bisa dijadikan fetish. Milrod menjelaskan bahwa fetish sebenarnya didefinisikan sebagai kesenangan & kepuasan dari objek tertentu alih-alih dari hubungan seksual itu sendiri. Di sisi lain, “Big Girl Sex” lebih ke arah ‘kink’ daripada fetish.

Mitos #4 : Pria Dominan, Wanita Submisif

Wanita, sama halnya dengan pria dapat menikmati saat memegang kendali maupun saat berada dalam kendali, demikian diungkapkan Brame. Wanita bisa menjadi dominan dan pria menjadi submisif, ataupun sebaliknya. Anda tak harus memilih hanya satu peran saja.

Mitos #5: BDSM Berbahaya

Tidak jika dilakukan dengan benar. Perbincangan tentang persetujuan dan keamanan merupakan norma dalam komunitas BDSM, tanpa pengecualian, kata Brame. Brame juga menyatakan bahwa sex yang paling tidak aman bukanlah BDSM, melainkan sex tanpa pelindung.

Para expert sudah mengemukakan pendapatnya seputar mitos tentang BDSM.  Mau tahu lebih lanjut tentang BDSM? Simak terus artikel terbaru di tokolingeire.com. Di kesempatan lain akan kita bahas lebih jauh tentang BDSM.

Artikel terkait :

8 Tips Variasi Oral Sex

10 Hal Menarik Tentang Mrs. V

5 Permainan Nakal Untuk Memanaskan Kembali Kehidupan Seksual Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>