Sekilas Tentang BDSM

October 01, 2014 posted by admin in Articles, Uncategorized

sekilas tentang bdsm 201x300 Sekilas Tentang BDSMDi sebuah ruangan yang hanya diterangi dengan cahaya yang redup, seorang wanita terikat, matanya ditutup dengan penutup mata warna hitam. Pakaian yang dikenakannya juga berwarna hitam. Apakah itu latex? Yah, mungkin saja. Yang jelas pakaian tersebut sangat seksi dan menggoda. Kemudian, seorang pria berjalan menghampiri wanita itu. Di tangan kanannya, ia memegang sesuatu yang terlihat seperti cambuk. Oh.. apa yang akan dilakukannya?? ……..

Setelah membaca paragraf di atas, mungkin di kepala langsung muncul kata BDSM. Emang BDSM itu sebenarnya apa sih?

BDSM merupakan singkatan (yang saling overlap/tumpang-tindih) dari Bondage & Dicipline (BD), Dominance and Submission (DS), Sadism and Masochism (SM). Menurut wikipedia, BDSM merupakan ragam kegiatan erotik yang melibatkan dominasi dan submisi, pengendalian, dan roleplay (permainan peran).

Dalam permaainan BDSM, pelaku dibagi menjadi 2 peran yaitu :

1. Peran yang berkuasa atau memegang kontrol/kendali, disebut tuan / master / dominant.

2. peran yang kehilangan kuasa atas tubuh dan pikirannya atau dikendalikan, disebut budak / slave / submissive.

Hmm.. seram? Menakutkan? Mungkin banyak yan beranggapan seperi itu. Tapi perlu diketahui, dalam praktek BDSM, kedua belah pihak telah saling setuju untuk melakukan peran tersebut. Seorang individu telah setuju untuk menyerahkan kekusaan dan kendali kepada individu yang lain dengan tujuan agar sama-sama mendapatkan kesenangan / kepuasan. Sejak tahun 1980, banyak praktisi dan komunitas BDSM yang mengadaptasi motto “safe, sane & consensual” yang sering disingkat SSC. Artinya, aktivitas BDSM  berpedoman pada prinsip aman, masuk akal, dan mendapat persetujuan dari masing-masing pelakunya. Praktisi BDSM yang lain lebih senang dengan prinsip yang berbeda dari SSC, yaitu “risk aware consesual kink” (RACK), dimana tanggung jawab pribadi lebih ditonjolkan, dengan setiap partisipan bertanggung jawab atas keselamatan dirinya, sebab mereka berpendapat bahwa tidak ada aktivitas yang benar-benar aman. Meskipun demikian, baik SSC maupun RACK berpegang pada prinsip consensual, sehingga bisa kita simpulkan bahwa consent atau persetujuan merupakan aspek yang sangat penting dalam BDSM. Tanpa adanya persetujuan dari kedua belah pihak, tindakan ini bisa dipandang sebagai tindak kriminal.

Artikel terkait di 3 Toko Lingerie :

5 Mitos Tentang BDSM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>